Perihal Cantik

Oleh: Putu Nityantari*

Cantik adalah kata yang lekat dengan perempuan. Definisi cantik sebenarnya tidak dapat diartikan secara mutlak sebab belum ada bukti konkret mengenai definisi cantik yang sesungguhnya. Namun, disadari ataupun tidak, kita masih memiliki pola pikir (mindset) bahwa cantik adalah tampilan fisik perempuan yang berkulit putih mulus, bertubuh langsing, hidung mancung, atau rambut lurus sehingga hal ini memicu lahirnya standar kecantikan. Mengapa fisik selalu yang utama? Lalu bagaimana pandangan Hindu tentang hal ini?  Yuk, kita simak bersama!

Fisik sebagai objek

Tidak salah jika mayoritas masyarakat menilai bahwa standar kecantikan adalah putih bersih, langsing dan sebagainya karena seperti penelitian yang dilakukan oleh Sigma Research pada Mei 2017 lalu, mayoritas orang menilai definisi cantik melalui penampilan fisik yang memukau mata. Hal ini karena yang pertama kali orang lihat ketika bertemu seseorang adalah wajah dan bentuk tubuh, kemudian disusul perilaku ketika telah mengenal lebih dekat dan barulah prestasi atau kualitas intelektualnya. Namun, mindset fisik sebagai objek ini mendorong sebagian perempuan merasa kurang nyaman terhadap dirinya sendiri sehingga merasa tidak percaya diri dan kurang bersyukur atas fisiknya.

Pengaruh model iklan produk kecantikan

Kehadiran model dengan paras yang rupawan adalah komponen penting bagi industri kecantikan. Secara tidak langsung, model diinterpretasikan sebagai figur yang telah mencapai standar kecantikan yang diekspektasikan oleh mayoritas masyarakat. Hal ini kemudian memicu rasa “ingin menjadi seperti mereka” pada diri para perempuan sehingga memperkuat standar kecantikan yang diekspektasikan oleh masyarakat meskipun itu terkadang tidak mungkin. Pengaruh model bahkan membuat sebagian perempuan rela “memodifikasi” fisik mereka hanya agar terlihat sama seperti model iklan.

Definisi cantik itu nyatanya berbeda-beda. So, jangan khawatir!

Perlu diketahui bahwa standar kecantikan di berbagai belahan dunia tidak sama. Kita ambil contoh standar kecantikan suku Dayak di Kalimantan yang memiliki standar kecantikan bahwa semakin panjang telinga para perempuan Dayak, maka mereka akan semakin cantik. Berbeda lagi dengan suku Kayan Myanmar yang memiliki standar kecantikan bahwa semakin panjang leher para perempuan Kayan, maka mereka semakin cantik. Dapat dimaknai kalau standar kecantikan di suku Dayak belum tentu masuk kategori cantik di suku Kayan begitu pun sebaliknya. Lain lagi di Mauritania, perempuan bertubuh gemuk dianggap paling cantik dari perempuan bertubuh kurus. See, standar cantik yang sebatas kulit putih mulus atau badan langsing seperti model iklan bukan menjadi satu-satunya standar cantik di dunia ini.

 

Gambar Suku Dayak di Kalimantan dengan telinga panjang

Gambar Suku Kayan di Myanmar dengan leher panjang

Lalu, bagaimana Hindu melihat definisi cantik itu?

Kecantikan dalam Hindu dimaknai sebagai sebuah keindahan yang dilukiskan sama indahnya dengan alam semesta yang merupakan turunan dari sifat-sifat Tuhan yang kemudian terefleksi ke dalam wujud para dewi, seperti Dewi Saraswati, Dewi Laksmi dan sebagainya. Sederhananya, Hindu melihat kecantikan sebagai perihal menjaga keseimbangan kualitas jasmani dan rohani agar mendapatkan porsi yang sesuai dengan apa yang disuratkan oleh Sang Hyang Widhi Wasa kepada umat-Nya. Menjaga keseimbangan tersebut seperti memilih makanan yang sehat dan bersih karena hal itu akan menentukan sifat dan perilaku seseorang dalam berpikir serta bertindak termasuk dalam mengamalkan ajaran agama, utamanya Tri Kaya Parisudha dan Dasa Nyama Brata. Dalam Hindu, pengamalan kedua ajaran kebajikan tersebut akan menggambarkan sifat para dewi dan keagungan alam semesta ini serta mampu memancarkan kecantikan sebagai bentuk syukur atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Satyena Suddhayanti,

Widyatapobhyam bhutatma buddhir

jnanena suddhayanti

(Manusmrti V.109)

 

Terjemahan:

Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran disucikan dengan kebenaran, jiwa manusia dibersihkan dengan pelajaran suci dan tapa brata, kecerdasan dibersihkan dengan pengetahuan yang benar.

Jadi, cantik luar saja bukanlah satu-satunya definisi cantik sesungguhnya. Namun, penting juga cantik dari dalam dengan menjaga kualitas rohani dan senantiasa mengamalkan ajaran kebaikan. Dengan demikian, perempuan tidak perlu lagi khawatir akan standar kecantikan yang ditetapkan oleh masyarakat selama ini.

Nah, apakah kamu sudah menemukan definisi cantik menurutmu? Tidak apa-apa kalau belum. Definisi cantik dan standar cantik bisa ditemukan di dalam dirimu dan bisa kamu ciptakan sendiri. Penting untuk diingat bahwa semua perempuan itu cantik dengan caranya masing-masing.

Just be you!

 

*) Putu Nityantari adalah seorang mahasiswi jurusan Ilmu Perpustakaan (2019) pada Universitas Diponegoro dan anggota KMHD Undip.

 

Referensi:

https://amp.kompas.com/lifestyle

https://wolipop.detik.com/makeup-and-skincare

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup

https://youtu.be/sbaPc8ZQD4 (Youtube Sherly Annavita Rahmi)

https://youtu.be/X0pMso2avhE (Youtube Gita Savitri Devi)

https://youtu.be/dot9vWCFGaM (Youtube Gita Savitri Devi)

Diantary, N. M. (2019). KECANTIKAN WANITA DALAM TEKS RUKMINI TATTWA. Jnanasiddhanta, 82-85.

 

Sumber Gambar:

https://pariwisataindonesia.id/jelajah/mengenal-lebih-dekat-suku-dayak

https://www.nusapedia.com/2015/03/suku-dayak-mengenal-lebih-dekat-suku.html

https://m.mediaindonesia.com/galleries/detail_galleries/3619-aung-suu-kyi-akan-kampanye-di-suku-kayan-myanmar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *