Selamat Datang di Situs KMHD Undip

Selamat datang di halaman KMHD Undip!

Puji syukur ke hadapan Ide Sang Hyang Widhi Wasa, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Diponegoro (KMHD Undip) telah memiliki situs sendiri dengan alamat kmhdundip.org. Semoga situs ini dapat menjadi sarana berbagai informasi  yang efektif tentang kegiatan-kegiatan KMHD Undip dan informasi yang relevan lainnya kepada pihak internal maupun eksternal KMHD Undip. Semoga.

***

KMHD Undipatau Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Diponegoro adalah wadah mahasiswa Hindu di Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang. KMHD Undip berdiri tanggal 2 November 2012.

Domain kmhdundip.org diperoleh pada Jumat, 8 Mei 2013, melalui masterwebnet.com. Hosting untuk website ini berasal dari  idhostinger.com yang didaftarkan pada Sabtu, 9 Mei 2013.

Laporan Keuangan KMHD Undip

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA

KMHD UNDIP PERIODE 2012/2013

Per 15 Desember 2013

 

***

Berikut ini adalah laporan keuangan KMHD Undip periode 2012/2013.

 

Tanggal Keterangan transaksi Pemasukan Pengeluaran Saldo
8/12/2012 Uang Kas 400,000 400,000
Uang Sukarela 20,000 420,000
22/12/2012 Air Konsumsi Rapat 55,000 17,500 402,500
16/03/2013 Uang Kas 457,500
22/03/2013 Uang Konsumsi Rapat 52,200 405,300
23/03/2013 Uang kas 30,000 435,300
Sisa uang Futsal 20,000 455,300
Danus tas (Wira) 50,000 503,300
Sukarela 17,500 522,800
26/03/2013 Danus tas (Wira) 50,000 572,800
29/03/2013 Tambahan Uang ke Jogja 292,800 280,800
20/04/2013 Uang Banten UTS 100,000 180,800
9/5/2013 Uang Kas 95,000 275,800
Uang Sukarela 40,000 315,800
Daftar Lomba Tari UGM 200,000 115,800
11/5/2013 Uang kas 80,000 195,800
Uang Kas 15,000 210,800
Uang Kas 50,000 260,800
Uang Sesari 50,000 210,800
2/6/2013 Uang Kas 30,000 240,800
Uang Sukarela 33,000 273,800
20/06/2013 Bayar uang ke Juwita untuk acara peradah art festifal 40,000 233,800
1/7/2013 Uang Kas 100,000 337,800
3/7/2013 Beli Snack, aqua, gorengan 108,400 229,400
4/7/2013 Uang penjualan canang 60,000 289,400
13/10/2013 jenguk kak igar 31,800 257,600
19/10/2013 Makan-makan di pura 60,000 197,600
Uang keuntungan canang 17,000 214,600
Maturan UTS 100,000 114,600
Total Uang Kas sebelum uang canang 114,600
Uang Canang 405.000 519,600
Total Saldo Kas  519,600
Keuntungan Pembuatan Jaket KMHD Undip 1.410.000 1,929,600
SALDO DANA KMHD UNDIP PER 15 DESEMBER 2013 1,929,600

Sejarah KMHD UNDIP

KMHD Undip atau Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Diponegoro adalah organisasi mahasiswa Hindu di Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang. Ide pembentukan KMHD Undip dibahas pada 9 September 2012 sedangkan rapat pertama pembahasan ide ini pada 15 September 2012, setelah sembahyang Tilem di Pura Agung Giri Natha Semarang.

Setelah rapat tersebut, mahasiswa Hindu Undip membentuk Tim Formatur yang terdiri dari I Putu Hatesa T.Z., I Gusti Krishna Aditama, Ni Made Martiniasih,  Made Wira Karisma, Wayan Chitra Septiana, Luh Astla Diva Savitri, Kadek Dwi Wirawan Sadia, Komang Mustiawan, Ni Putu Tasya Savitri, Luh Juita Amare Putri, Dewa Ayu Anggi Gharbelasari, Gede Putra Wijaya, Wahyu Satria Wana Putra Wijaya, Made Mahadipa Budi Satria, Galang Rizki Winaldhi, Iga Bagus Jaya Wardana, dan I Gusti Bagus Adhiatma.

Tim ini beberapa kali mengundang mahasiswa Hindu Undip untuk mengikuti rapat umum pemilihan ketua KMHD Undip. Dalam rapat tersebut diundang Dosen Undip, Bapak Wayan Sukarya Dilaga, M.S. dan Bapak Nyoman Romangsi untuk memberikan dukungan terhadap pembentukan KMHD Undip ini. Namun, beberapa kali rapat tidak dapat memilih ketua karena jumlah peserta rapat belum mencukupi. Tim Formatur ini terus berkurang jumlahnya, sampai dengan hanya beberapa orang saja, karena beberapa kali rapat pemilihan ketua KMHD Undip tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya, pada 2 November 2012, pemilihan ketua pertama KMHD Undip pun berhasil dilaksanakan. Waktu pemilihan ini, merupakan tonggak berdirinya KMHD Undip. Dengan kata lain, KMHD Undip berdiri pada 2 November 2012 ini.

Ketua KMHD Undip yang pertama terpilih adalah I Putu Hatesa T.Z. Selanjutnya, ketua terpilih dengan pertimbangan Tim Formatur membentuk pengurus pertama KMHD Undip. Berikut ini adalah susunan pengurus pertama KMHD Undip, periode 2012/2013.

Ketua Umum : I Putu Hatesa T.Z. (Akuntansi/Semester I/2012)

Sekretaris Umum : I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri (Pendidikan Dokter/Semester III/2011)

Bendahara Umum : Ni Wayan Pratiwi/Kimia/Semester III/2011)

Kepala Bidang Humas dan Kreatif : I Gusti Agung Aditya Surya Wibawa (Geologi/Semester III/2013)

Kepala Bidang Dana Usaha : Made Wira Karisma (Teknik Perkapalan/Semester I/2012)

Kepala Bidang Kerohanian dan Pendidikan: Gede Aryanata Rizki Nugraha (Teknik Perkapalan/Semester I/2012)

Kepala Bidang Kesenian : I Kadek Dwi Wirawan Sadia (Teknik Mesin/Semester V/2010)

Kepala Bidang Olahraga : I Made Febriantha (Ilmu Pemerintahan/Semester I/2012)

Selanjutnya, yang menjadi pembina KMHD Undip adalah Bapak Wayan Sukarya Dilaga, M.S bersama dengan Bapak Nyoman Romangsi.

Kapan KMHD Undip Resmi Menjadi UKM?

Tahun 2014, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Undip resmi menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) setelah dikeluarkannya Keputusan Rektor Undip Nomor 79/UN7.P/HK/2014 tentang Pengangkatan Pengurus UKM Undip tahun 2014. Pada awal berdirinya, UKM KMHD merupakan komunitas kecil beranggotakan sepuluh mahasiswa Undip. Mereka membentuk KMHD pada 2012 di Pura Agung Giri Natha, Semarang.

 

UKM KMHD merupakan satu-satunya UKM berbasis agama Hindu yang ada di Undip. Se­benarnya, ide pembentukan UKM KMHD sudah ada sejak tahun 2010, sekitar dua tahun setelah KMHD terbentuk. Namun, perbedaan jurusan rupanya menjadi kendala tersendiri.

Pada akhir tahun 2013, KMHD meng-ajukan diri untuk menjadi UKM. Made Wira Karisma, Ketua UKM KMHD, menuturkan bahwa UKM ini merupakan wadah untuk memperat kekeluargaan sekaligus sarana tu­kar aspirasi antarmahasiswa pemeluk Agama Hindu di Undip.

Meski baru resmi menjadi UKM di Un­dip, UKM binaan Wayan Sukarya Dilaga ini telah melaksanakan berbagai kegiatan. Mi-salnya, malam keakraban (makrab) dan ber­partisipasi dalam acara yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Hindu dari berbagai universitas di Pulau Jawa.

Proses Menjadi UKM

Para anggota KMHD menginginkan wadah yang lebih besar, tidak hanya sebatas komunitas. Mereka lantas mengupayakan KMHD menjadi UKM. “Dengan menjadi UKM, secara otomatis kami mempunyai lem­baga yang menaungi. Maka, kami bisa lebih maksimal dalam perekrutan anggota dan ber­bakti kepada masyarakat,” kata I Gusti Krish­na Aditama, salah satu pelopor KMHD yang kini menjabat sebagai Kepala Departemen Humas KMHD.

Khrisna menyebutkan, ada beberapa tahap yang harus dijalani KMHD sebelum menjadi UKM. “Sebelum pengajuan menjadi UKM, sepuluh pelopor KMHD mengumpul­kan data mahasiswa Hindu yang ada di Undip dari angkatan 2009 sampai angkatan 2012. Selanjutnya, kami mengajak mereka dan merapatkan barisan untuk mencapai target resmi menjadi UKM,” terang Khrisna.

Selain itu, KMHD juga mengajukan proposal yang dilampiri dengan kegiatan yang telah dilaksanakan KMHD sejak awal berdiri. “Setelah berupaya semaksimal mung­kin, KMHD resmi menjadi UKM pada tahun 2014,” ujar Wira.

Menurut Purnomo Pujiwati, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, ada be­berapa pertimbangan untuk menyetujui usul-an kegiatan mahasiswa sebelum diresmikan menjadi UKM. “Calon UKM merupakan suatu komunitas mahasiswa yang sudah berkegiatan, lebih bagus lagi bila sudah ada prestasi yang diraih,” kata Puji. Selanjutnya, calon UKM menyerahkan berkas pada Pem­bantu Rektor III, yang berisi proposal peng-ajuan UKM baru yang dilampiri laporan ke-giatan yang pernah dilaksanakan serta presta­si yang pernah diraih. “Kemudian, proposal akan dibaca, dievaluasi, dan dipertimbangkan apakah disetujui menjadi UKM atau tidak,” ujarnya menambahkan.

Menurut Puji, Undip akan memberi ru­ang untuk komunitas agama yang dianut ma­hasiswa, termasuk agama Hindu yang meru­pakan salah satu agama resmi di Indonesia. “Sebelumnya, di Undip sudah ada UKM In­dahnya Persaudaraan Islam (Insani) bagi ma­hasiswa beragama Islam, UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan (PMKP) bagi mahasiswa beragama Kristen Protestan, dan UKM Pelayanan Rohani Mahasiswa Katolik Pusat (PRMKP) bagi mahasiswa beragama Katolik. Selayaknya, kami juga memfasilitasi keinginan mahasiswa pemeluk Agama Hindu untuk mendirikan UKM,” ujarnya menerang­kan. (Faiz, Shela)

 

*Dimuat di Joglo Pos Manunggal EDISI I/ TAHUN XIV/ 30 Maret – 13 April 2014