Selamat Datang di Situs KMHD Undip

Selamat datang di halaman KMHD Undip!

Puji syukur ke hadapan Ide Sang Hyang Widhi Wasa, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Diponegoro (KMHD Undip) telah memiliki situs sendiri dengan alamat kmhdundip.org. Semoga situs ini dapat menjadi sarana berbagai informasi  yang efektif tentang kegiatan-kegiatan KMHD Undip dan informasi yang relevan lainnya kepada pihak internal maupun eksternal KMHD Undip. Semoga.

***

KMHD Undipatau Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Diponegoro adalah wadah mahasiswa Hindu di Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang. KMHD Undip berdiri tanggal 2 November 2012.

Domain kmhdundip.org diperoleh pada Jumat, 8 Mei 2013, melalui masterwebnet.com. Hosting untuk website ini berasal dari  idhostinger.com yang didaftarkan pada Sabtu, 9 Mei 2013.

Sejarah KMHD UNDIP

KMHD Undip atau Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Diponegoro adalah organisasi mahasiswa Hindu di Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang. Ide pembentukan KMHD Undip dibahas pada 9 September 2012 sedangkan rapat pertama pembahasan ide ini pada 15 September 2012, setelah sembahyang Tilem di Pura Agung Giri Natha Semarang.

Setelah rapat tersebut, mahasiswa Hindu Undip membentuk Tim Formatur yang terdiri dari I Putu Hatesa T.Z., I Gusti Krishna Aditama, Ni Made Martiniasih,  Made Wira Karisma, Wayan Chitra Septiana, Luh Astla Diva Savitri, Kadek Dwi Wirawan Sadia, Komang Mustiawan, Ni Putu Tasya Savitri, Luh Juita Amare Putri, Dewa Ayu Anggi Gharbelasari, Gede Putra Wijaya, Wahyu Satria Wana Putra Wijaya, Made Mahadipa Budi Satria, Galang Rizki Winaldhi, Iga Bagus Jaya Wardana, dan I Gusti Bagus Adhiatma.

Tim ini beberapa kali mengundang mahasiswa Hindu Undip untuk mengikuti rapat umum pemilihan ketua KMHD Undip. Dalam rapat tersebut diundang Dosen Undip, Bapak Wayan Sukarya Dilaga, M.S. dan Bapak Nyoman Romangsi untuk memberikan dukungan terhadap pembentukan KMHD Undip ini. Namun, beberapa kali rapat tidak dapat memilih ketua karena jumlah peserta rapat belum mencukupi. Tim Formatur ini terus berkurang jumlahnya, sampai dengan hanya beberapa orang saja, karena beberapa kali rapat pemilihan ketua KMHD Undip tidak membuahkan hasil. Sampai akhirnya, pada 2 November 2012, pemilihan ketua pertama KMHD Undip pun berhasil dilaksanakan. Waktu pemilihan ini, merupakan tonggak berdirinya KMHD Undip. Dengan kata lain, KMHD Undip berdiri pada 2 November 2012 ini.

Ketua KMHD Undip yang pertama terpilih adalah I Putu Hatesa T.Z. Selanjutnya, ketua terpilih dengan pertimbangan Tim Formatur membentuk pengurus pertama KMHD Undip. Berikut ini adalah susunan pengurus pertama KMHD Undip, periode 2012/2013.

Ketua Umum : I Putu Hatesa T.Z. (Akuntansi/Semester I/2012)

Sekretaris Umum : I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri (Pendidikan Dokter/Semester III/2011)

Bendahara Umum : Ni Wayan Pratiwi/Kimia/Semester III/2011)

Kepala Bidang Humas dan Kreatif : I Gusti Agung Aditya Surya Wibawa (Geologi/Semester III/2013)

Kepala Bidang Dana Usaha : Made Wira Karisma (Teknik Perkapalan/Semester I/2012)

Kepala Bidang Kerohanian dan Pendidikan: Gede Aryanata Rizki Nugraha (Teknik Perkapalan/Semester I/2012)

Kepala Bidang Kesenian : I Kadek Dwi Wirawan Sadia (Teknik Mesin/Semester V/2010)

Kepala Bidang Olahraga : I Made Febriantha (Ilmu Pemerintahan/Semester I/2012)

Selanjutnya, yang menjadi pembina KMHD Undip adalah Bapak Wayan Sukarya Dilaga, M.S bersama dengan Bapak Nyoman Romangsi.

Kapan KMHD Undip Resmi Menjadi UKM?

Tahun 2014, Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Undip resmi menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) setelah dikeluarkannya Keputusan Rektor Undip Nomor 79/UN7.P/HK/2014 tentang Pengangkatan Pengurus UKM Undip tahun 2014. Pada awal berdirinya, UKM KMHD merupakan komunitas kecil beranggotakan sepuluh mahasiswa Undip. Mereka membentuk KMHD pada 2012 di Pura Agung Giri Natha, Semarang.

 

UKM KMHD merupakan satu-satunya UKM berbasis agama Hindu yang ada di Undip. Se­benarnya, ide pembentukan UKM KMHD sudah ada sejak tahun 2010, sekitar dua tahun setelah KMHD terbentuk. Namun, perbedaan jurusan rupanya menjadi kendala tersendiri.

Pada akhir tahun 2013, KMHD meng-ajukan diri untuk menjadi UKM. Made Wira Karisma, Ketua UKM KMHD, menuturkan bahwa UKM ini merupakan wadah untuk memperat kekeluargaan sekaligus sarana tu­kar aspirasi antarmahasiswa pemeluk Agama Hindu di Undip.

Meski baru resmi menjadi UKM di Un­dip, UKM binaan Wayan Sukarya Dilaga ini telah melaksanakan berbagai kegiatan. Mi-salnya, malam keakraban (makrab) dan ber­partisipasi dalam acara yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Hindu dari berbagai universitas di Pulau Jawa.

Proses Menjadi UKM

Para anggota KMHD menginginkan wadah yang lebih besar, tidak hanya sebatas komunitas. Mereka lantas mengupayakan KMHD menjadi UKM. “Dengan menjadi UKM, secara otomatis kami mempunyai lem­baga yang menaungi. Maka, kami bisa lebih maksimal dalam perekrutan anggota dan ber­bakti kepada masyarakat,” kata I Gusti Krish­na Aditama, salah satu pelopor KMHD yang kini menjabat sebagai Kepala Departemen Humas KMHD.

Khrisna menyebutkan, ada beberapa tahap yang harus dijalani KMHD sebelum menjadi UKM. “Sebelum pengajuan menjadi UKM, sepuluh pelopor KMHD mengumpul­kan data mahasiswa Hindu yang ada di Undip dari angkatan 2009 sampai angkatan 2012. Selanjutnya, kami mengajak mereka dan merapatkan barisan untuk mencapai target resmi menjadi UKM,” terang Khrisna.

Selain itu, KMHD juga mengajukan proposal yang dilampiri dengan kegiatan yang telah dilaksanakan KMHD sejak awal berdiri. “Setelah berupaya semaksimal mung­kin, KMHD resmi menjadi UKM pada tahun 2014,” ujar Wira.

Menurut Purnomo Pujiwati, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan, ada be­berapa pertimbangan untuk menyetujui usul-an kegiatan mahasiswa sebelum diresmikan menjadi UKM. “Calon UKM merupakan suatu komunitas mahasiswa yang sudah berkegiatan, lebih bagus lagi bila sudah ada prestasi yang diraih,” kata Puji. Selanjutnya, calon UKM menyerahkan berkas pada Pem­bantu Rektor III, yang berisi proposal peng-ajuan UKM baru yang dilampiri laporan ke-giatan yang pernah dilaksanakan serta presta­si yang pernah diraih. “Kemudian, proposal akan dibaca, dievaluasi, dan dipertimbangkan apakah disetujui menjadi UKM atau tidak,” ujarnya menambahkan.

Menurut Puji, Undip akan memberi ru­ang untuk komunitas agama yang dianut ma­hasiswa, termasuk agama Hindu yang meru­pakan salah satu agama resmi di Indonesia. “Sebelumnya, di Undip sudah ada UKM In­dahnya Persaudaraan Islam (Insani) bagi ma­hasiswa beragama Islam, UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen Protestan (PMKP) bagi mahasiswa beragama Kristen Protestan, dan UKM Pelayanan Rohani Mahasiswa Katolik Pusat (PRMKP) bagi mahasiswa beragama Katolik. Selayaknya, kami juga memfasilitasi keinginan mahasiswa pemeluk Agama Hindu untuk mendirikan UKM,” ujarnya menerang­kan. (Faiz, Shela)

 

*Dimuat di Joglo Pos Manunggal EDISI I/ TAHUN XIV/ 30 Maret – 13 April 2014

Laporan Keuangan KMHD Undip

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA

KMHD UNDIP PERIODE 2012/2013

Per 15 Desember 2013

 

***

Berikut ini adalah laporan keuangan KMHD Undip periode 2012/2013.

 

Tanggal Keterangan transaksi Pemasukan Pengeluaran Saldo
8/12/2012 Uang Kas 400,000 400,000
Uang Sukarela 20,000 420,000
22/12/2012 Air Konsumsi Rapat 55,000 17,500 402,500
16/03/2013 Uang Kas 457,500
22/03/2013 Uang Konsumsi Rapat 52,200 405,300
23/03/2013 Uang kas 30,000 435,300
Sisa uang Futsal 20,000 455,300
Danus tas (Wira) 50,000 503,300
Sukarela 17,500 522,800
26/03/2013 Danus tas (Wira) 50,000 572,800
29/03/2013 Tambahan Uang ke Jogja 292,800 280,800
20/04/2013 Uang Banten UTS 100,000 180,800
9/5/2013 Uang Kas 95,000 275,800
Uang Sukarela 40,000 315,800
Daftar Lomba Tari UGM 200,000 115,800
11/5/2013 Uang kas 80,000 195,800
Uang Kas 15,000 210,800
Uang Kas 50,000 260,800
Uang Sesari 50,000 210,800
2/6/2013 Uang Kas 30,000 240,800
Uang Sukarela 33,000 273,800
20/06/2013 Bayar uang ke Juwita untuk acara peradah art festifal 40,000 233,800
1/7/2013 Uang Kas 100,000 337,800
3/7/2013 Beli Snack, aqua, gorengan 108,400 229,400
4/7/2013 Uang penjualan canang 60,000 289,400
13/10/2013 jenguk kak igar 31,800 257,600
19/10/2013 Makan-makan di pura 60,000 197,600
Uang keuntungan canang 17,000 214,600
Maturan UTS 100,000 114,600
Total Uang Kas sebelum uang canang 114,600
Uang Canang 405.000 519,600
Total Saldo Kas  519,600
Keuntungan Pembuatan Jaket KMHD Undip 1.410.000 1,929,600
SALDO DANA KMHD UNDIP PER 15 DESEMBER 2013 1,929,600

Perubahan Itu Penting

Ditulis oleh Haryanto (dalam motivatorindonesia.com)

Setiap kali Anda ingin meraih apa yang belum pernah Anda raih sebelumnya Anda harus siap dengan perubahan. Selama Anda tidak berubah maka Anda cenderung hanya akan meraih apa yang sudah sering Anda raih. Jadikan perubahan adalah suatu kesempatan bagi Anda untuk terus meningkat, karena peningkatan Anda sangat bergantung pada kesediaan Anda untuk melakukan perubahan.

Jika Anda Anda kurang menghargai akan pentingnya suatu perubahan, pertimbangkanlah ini, berapa banyak hal yang Anda lihat yang telah berubah hanya dalam kurun waktu satu tahun saja? Tentu ada banyak hal yang telah berubah, bahkan seringkali perubahan terjadi dengan sangat cepat dalam berbagai bidang seperti teknologi, informasi, dan bidang lainnya. Berarti kalau perubahan terjadi dengan sangat cepat dan kita memilih untuk tidak berubah maka kita dapat ketinggalan dalam kehidupan. Thomas Watson, pendiri perusahaan IBM pernah berkata, “Ada sebuah pangsa pasar di dunia untuk komputer.” Dapatkah Anda bayangkan dimana IBM sekarang bila Mr. Watson tidak bersedia untuk berubah?

Kalau Anda ingin hidup Anda menjadi lebih baik, Anda harus siap melakukan perubahan. Anda tidak dapat diam saja dan mengharapkan semua datang dengan sendirinya. Sama sekali tidak ada cara lain untuk Anda dapat bertumbuh tanpa mengambil berbagai kesempatan melakukan perubahan. Dengan kesediaan untuk berubah Anda memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri Anda.

Jangan pernah takut terhadap perubahan, karena itu adalah hukum kemajuan yang tidak dapat diubah. Semua kemajuan selalu berhubungan dengan mereka yang tidak mudah merasa puas dengan keadaan yang cukup baik saja. Mereka tidak takut pada perubahan. Perubahan bukanlah musuh Anda, itu adalah sahabat Anda. Banyak orang akhirnya mengalami stagnasi dalam hidupnya hanya karena mereka tidak bersedia melakukan perubahan. Ingatlah senantiasa bahwa resiko peningkatan selalu lebih sedikit daripada resiko berada dalam keadaan stagnasi.

Banyak orang menghindari perubahan hanya karena tidak ingin kehilangan rasa nyaman. Ada orang-orang tertentu yang telah merasa sangat nyaman dengan tingkatan kehidupannya yang sekarang, sehingga mereka tidak lagi mau menerima perubahan yang dapat membawa mereka pada peningkatan. Mereka telah berpuas diri dan enggan untuk keluar dari kenyamanan saat ini. Ini yang membuat saya berpikir bahwa perubahan mungkin merupakan hal yang paling berat bagi seorang mediocre.

Sumber: motivatorindonesia.com

Sambil Menyelam Minum Air

Berita-berita di bawah ini dikompilasi dari site BBC atau British Broadcasting Corporation (www.bbc.co.uk). Mula-mula berita disajikan dalam bahasa Inggris kemudian diikuti terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Dengan membaca berita-berita berikut ini, kita dapat meningkatkan wawasan global sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Semoga bermanfaat.

“Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.”

The USA is seen as the greatest threat to world peace

An international survey suggests that a quarter of the world’s population sees the United States as the greatest threat to world peace.
But the survey, carried out by WIN/Gallup International, also found that the US was the most popular destination for people to move to.
Almost half of those polled thought the coming year would be better than 2013, and more than a third said the world would be a better place if most politicians were women.
The group, which carries out an annual end of year poll, interviewed almost 67.000 people in 65 countries.

(AS dianggap ancaman terbesar terhadap perdamaian dunia
Seperempat jumlah penduduk di dunia menganggap Amerika Serikat sebagai ancaman terbesar terhadap perdamaian dunia, menurut jajak pendapat internasional.
Jajak pendapat yang dilakukan oleh WIN/Gallup International juga menemukan bahwa AS adalah tujuan yang paling populer untuk bermigrasi.
Hampir setengah dari jajak pendapat beranggapan bahwa tahun yang akan datang akan lebih baik daripada tahun 2013, dan lebih dari sepertiga mengatakan dunia akan menjadi lebih baik jika hampir seluruh politisi adalah wanita.
Badan yang menyelenggarakan jajak pendapat akhir tahun menanyai hampir 67.000 orang di 65 negara.)

Malaria mosquitoes attracted by smell

All mosquitoes are attracted to human body odour.
Scientists studying mosquitoes have found that those carrying the malaria parasite are far more attracted to humans than those without it.
All mosquitoes are attracted by the smell of human sweat, but researchers in the Netherlands discovered that the ones that were malarial were three times as likely to bite people – apparently an attempt by the parasite itself to ensure its survival and reproduction.
Writing in the open-access research journal Plos One, the researchers say their work could help provide better predictions on how malaria is transmitted, as well as developing special smelly mosquito traps.

(Nyamuk malaria tertarik bau

Para ilmuwan yang meneliti nyamuk telah menemukan bahwa nyamuk yang membawa parasit malaria jauh lebih tertarik pada manusia dibandingkan dengan nyamuk lain.
Semua nyamuk tertarik dengan bau keringat manusia, namun para ilmuwan di Belanda menemukan bahwa nyamuk malaria memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar menggigit manusia, dan nampaknya itu adalah upaya parasit sendiri untuk menjamin kelangsungan hidup dan reproduksinya.
Menulis di jurnal penelitian terbuka Plos One, para ilmuwan itu mengatakan bahwa penelitian mereka dapat membantu memberikan perkiraan bagaimana malaria ditularkan, sekaligus mengembangkan perangkap nyamuk dengan bau tertentu.)
Mau lebih lengkap lagi? Download dengan cara mengklik link di bawah ini.

Klik di sini untuk download!

A Glass of Water

A Glass of Water

A psychologist walked around a room while teaching stress management to an audience. As she raised a glass of water, everyone expected they’d be asked the “half empty or half full” question. Instead, with a smile on her face, she inquired: “How heavy is this glass of water?”
Answers called out ranged from 300mili-litres to 600mili-litres.
She replied, “The absolute weight doesn’t matter. It depends on how long I hold it. If I hold it for a minute, it’s not a problem. If I hold it for an hour, I’ll have an ache in my arm. If I hold it for a day, my arm will feel numb and paralyzed. In each case, the weight of the glass doesn’t change, but the longer I hold it, the heavier it becomes.” She continued, “The stresses and worries in life are like that glass of water. Think about them for a while and nothing happens. Think about them a bit longer and they begin to hurt. And if you think about them all day long, you will feel paralyzed – incapable of doing anything.”
It’s important to remember to let go of your stresses. As early in the evening as you can, put all your burdens down. Don’t carry them through the evening and into the night. Remember to put the glass down!

 

Smile

 

A smile costs nothing, but gives much.

It enriches those who receive, without making poorer those who give.

It takes a moment, but the memory of it sometimes lasts forever.
None is so rich or mighty that he can get along without it, and none is so poor, but that he can be made rich by it.

A smile creates happiness in the home, fosters good will in business, and is the countersign of friendship.
It brings rest to the weary, cheer to the discouraged, sunshine to the sad, and it is nature’s best antidote for trouble.

Yet it cannot be bought, begged, borrowed, or stolen, for it is something that is of no value to anyone, until it is given away.
Some people are too tired to give you a smile;

Give them one of yours, as none needs a smile so much as he who has no more to give.

 

Sumber: andriewongso.com

Kekuatan Mantram Gayatri yang Menakjubkan

Gayatri, Savitri, atau Saraswati adalah ketiga nama dari mantra Gayatri. Gayatri adalah doa universal yang tercantum dan diabadikan dalam Veda, kitab suci paling purwakala. Ia adalah Ibu Veda. Mantra ini dianggap sebagi intisari ajaran Veda. Mantra Gayatri yang ditemukan oleh Rsi Visvamitra ini merupakan bait pertama dari enam bait yang terdapat dalam mantra Tri Sandhya. Bunyi mantra Gayatri adalah sebagai berikut.

“Om bhur bhuvah svah

tat savitur varenyam

bhargo devasya dhimahi

dhiyo yonah pracodayat.”

Artinya:

“Ya Tuhan Pencipta tiga loka ini,

Engkaulah sumber segala cahaya,

Engkau sumber kehidupan,

Pancarkanlah pada budhi nurani ini sinar-Mu yang maha suci.”

Ketiga nama mantra gayatri yang disebutkan di atas memiliki arti tersendiri : Gayatri adalah penguasa indera, Savitri adalah penguasa prana ‘daya hidup atau tenaga hayati’, dan Sarasvati adalah aspek Tuhan yang menguasai kemampuan bicara.  Ketiganya melambangkan kemurnian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Mantra Gayatri ditujukan kepada Tuhan yang imanen dan transenden (Tuhan yang berada dalam kesadaran segala makhluk dan segala sesuatu). Mantra Gayatri dapat dianggap memiliki tiga bagian, yaitu pujian, meditasi dan doa. Ketiga bagian itu dapat dilukiskan seperti di bawah ini.

  1. Pujian pada Savita. Mula-mula Tuhan dipuja.
  2. Meditasi pada Savita. Setelah itu Tuhan direnungkan dengan khidmat.
  3. Doa kepada Savita. Diajukanlah permohonan kepada Tuhan untuk membangkitkan dan menguatkan akal budi atau kemampuan pertimbangan yang bijak dalam diri kita.

Mantra Gayatri adalah doa yang dapat diucapkan dengan penuh kerinduan oleh  pria dan wanita dari segala agama dan kepercayaan serta bangsa sepanjang masa. Pengulangan mantra ini akan mengembangkan (kemampuan) akal budi. Mantra ini mempunyai potensi yang tidak terbatas dan merupakan formula yang penuh vibrasi. Mantra Gayatri mempunyai kekuatan yang luar biasa dan tidak terhingga, kekuatan yang sungguh menakjubkan karena Surya merupakan dewa penguasanya. Doa ini memohon pada kekuatan mulia yang meresapi Surya dan ketiga alam, agar menggugah, membangkitkan dan menguatkan kecerdasan sehingga dapat membimbing kita menuju sukses melaui sadhana yang intensif.

Orang yang mengucapkan mantra Gayatri secara teratur dengan penuh keyakinan akan memperoleh faedah antara lain mantra Gayatri membebaskan dari berbagai penyakit, menangkis atau mencegah segala kesengsaraan, dan bencana, serta mengabulkan segala keinginan. Mantra Gayatri akan melindungi kita di manapun kita berada, apakah di dalam bus atau mobil, di dalam kereta api atau pesawat terbang, di pasar atau di jalan, ataupun di tempat kerja.  Intinya mantra Gayatri menganugrahkan hal yang bermanfaat kepada orang yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan.

Kita harus menjaga mantra Gayatri sepanjang hidup kita karena mantra Gayatri merupakan harta yang sangat berharga. Kita tidak boleh memperlakukan mantra Gayatri secara sembarang; hati kita harus selalu murni. Bila mantra Gayatri tidak diucapkan dengan benar, mantra itu menimbulkan efek sebaliknya, menyelubungi orang bersangkutan dengan kegelapan. Setiap kata dalam mantra Gayatri harus diucapkan dengan jelas dan tegas, tidak tergesa-gesa. Kasih dan hormat pada mantra Gayatri dengan keyakinan yang dijanjikan jauh lebih penting daripada sekadar pengulangan secara mekanis dengan pikiran melantur kemana-mana.

Mantra Gayatri sangat baik diucapkan pada waktu sebelum makan, pada waktu bangun tidur, dan pada waktu akan tidur. Setelah selesai mengucapkan mantra Gayatri kita harus mengucapkan santih tiga kali untuk memberikan kedamaian batin pada tiga hal dalam diri kita : badan, pikiran, dan jiwa.

Sebaiknya mantra Gayatri diucapkan pada waktu subuh, tengah hari, dan senja. Saat-saat tersebut juga dikenal sebagai Sandhya kalam yaitu pertemuan antara malam dan pagi, pagi dan sore, serta sore dan malam. Waktu-waktu tersebut bermanfaat untuk latihan rohani. Namun, kita tidak perlu terikat oleh ketiga periode tersebut dalam mengucapkan mantra Gayatri. Mantra Gayatri dapat diucapkan kapan saja dan di mana saja.

Mengucapkan mantra Gayatri sekurang-kurangnya 108 kali (satu japa mala) setiap pagi sangat dianjurkan. Ini hanya menghabiskan waktu lima belas menit. Mereka yang memilih mengucapkan mantra Gayatri sebagai latihan rohaninya, dapat melakukan tiga atau lima japa mala setiap pagi dan melakukan jumlah yang sama atau kurang pada sore hari. Mengucapkan 10 mala setiap minggu pagi dan hari-hari libur bukan hal yang tidak mungkin bagi ia  yang serius. Sementara melakukan Gayatri Purascharana  berarti mengucapkan japa 10 mala setiap pagi selama 24 atau 40 hari tanpa henti. Agar dapat menyerap kekuatan mantra, hidup yang murni dan diet yang satvik (memakan makanan yang baik) sangatlah penting.

Disarikan oleh Putu Hatesa dari Buku Kesaktian Mantra Gayatri

***

 

*Artikel ini juga diterbitkan di situs putuhatesa.com (click here to visit).

Dampak Semu Eksploitasi Kawasan Bali Selatan

Ditulis oleh : Wayan Indrabayu Pandi

Beberapa minggu terakhir, masyarakat Bali dihebohkan oleh pro kontra upaya upaya reklamasi pantai di Tanjung Benoa.

Pro kontra ini tidak sebatas perang argumen di media semata namun hingga memunculkan ancaman pemakzulan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Alasannya karena Pastika dianggap tidak becus mengeluarkan surat keputusan (SK) pembangunan yang justru mengancam kelestarian alam Bali.

Polemik berkepanjangan ini pada akhirnya menarik perhatian saya untuk turut memberikan opini terhadap konflik yang terjadi. Saya sendiri bukanlah seorang ahli, melainkan hanya pelajar dan praktisi yang kebetulan bergelut dan mendalami dunia perencanaan. Melalui tulisan ini pun saya tidak berusaha mengkritisi atau turut berpolemik dalam masalah reklamasi, melainkan hanya memberikan sudut pandang pada aktivitas investasi yang banyak dilakukan di kawasan Bali Selatan.

 

Sebagaimana diketahui, kawasan Bali selatan (Badung, Denpasar, Gianyar) memang sudah sejak lama menjadi primadona dan tulang punggung ekonomi Bali khususnya untuk industri pariwisata. Sudah bukan hal aneh pula jika investasi dan pengembangan infrastruktur lebih diprioritaskan pada ketiga wilayah ini.

 

Secara makro bisa dikatakan pola pengembangan wilayah di Bali cenderung mengikuti konsep kutub pertumbuhan (Growth Pole), di mana kawasan Bali selatan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Growth pole telah lama diakui sebagai sebuah konsep yang secara instan mampu meningkatkan perekonomian wilayah. Sebagai bukti, dalam triwulan pertama 2013, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 6,71 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional (6,02 persen).

 

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali (RTRWP), kawasan Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan) ditetapkan menjadi pusat pertumbuhan serta kabupaten lainnya menjadi sub pusat pendukungnya. Konstelasi hubungan antar wilayah (kabupaten) di Provinsi Bali akan selalu menimbulkan pergerakan sumber daya baik itu manusia, komoditas hingga permodalan. Permasalahnya apakah linkage antar wilayah ini telah menghadirkan hubungan yang mutual bagi wilayah-wilayah lain di Bali?

 

Cepat
Investasi ekonomi (sarana dan prasarana) mayoritas diarahkan untuk melayani daerah perkotaan (Denpasar-Badung) yang relatif memiliki pertumbuhan cepat. Sebagai dampaknya, ekonomi kawasan rural tidak memperoleh nilai tambah yang proporsional akibat ketidakmampuan bersaing dengan daerah urban. Tipologi perekonomian daerah-daerah di Bali yang cenderung sama, bertumpu pada sektor pertanian dan pariwisata, menciptakan kesamaan produk jual, sehingga pemusatan investasi pada sebuah kawasan tentunya dapat mematikan potensi kawasan lainnya untuk berkembang.

 

Khusus untuk sektor pertanian, minimnya industri pengolahan di daerah juga semakin melemahkan daya saing wilayah di mana tercipta ketidakseimbangan nilai tukar produk daerah terhadap produk/jasa perkotaan. Kondisi ini menimbulkan surplus ekonomi di mana daerah menjual bahan baku dalam harga murah dan setelah melalui proses pengolahan, kota menjadikan daerah sebagai pasar dengan margin harga lebih besar. Dalam konteks demikian, wajar apabila terjadi eksploitasi sumber daya secara berlebihan sehingga seringkali merugikan ekonomi daerah itu sendiri.

 

Investasi ekonomi pada kawasan Bali selatan juga menghadirkan masalah sosial kependudukan. Pertumbuhan penduduk daerah Badung dan Denpasar yang hampir tiga kali lipat daerah lain di Bali mengindikasikan bahwa, atraksi ekonomi pada dua daerah ini benar-benar menjadi magnet bagi penduduk untuk bertempat tinggal. Tidak jarang bahkan, peningkatan jumlah penduduk datang dari arus migrasi daerah lain di Bali.

 

Bagi Badung dan Denpasar, peningkatan jumlah penduduk yang sedemikian tinggi jelas sudah menimbulkan masalah sosial ekonomi. Kemacetan, kriminal, dan spekulasi lahan yang tak terkontrol adalah sedikit contoh dari realita yang ada. Bagi daerah, kondisi ini juga menghadirkan dua ancaman pembangunan, eksploitasi sumber daya alam secara berlebih serta berkurangnya sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung pembangunan.

 

Pada akhirnya masalah di atas bermuara pada satu isu utama, disparitas pembangunan antar wilayah.

 

Disparitas memang merupakan kelemahan pendekatan Growth Pole, dan Bali secara nyata menunjukkan bukti bahwa investasi ekonomi pada kawasan Bali Selatan telah menghadirkan ketimpangan sosial dan spasial terhadap daerah lain di sekitarnya.

 

Kembali ke masalah reklamasi kawasan Tanjung Benoa, terlepas dari benar tidaknya proses yang ditempuh, investasi pada kawasan Bali Selatan hanya akan menimbulkan jurang pemisah yang semakin lebar bagi kondisi perekonomian antarwilayah di Bali. Hal ini akan menjadi bom waktu bagi masalah-masalah social ekonomi dan budaya tidak hanya di Badung dan Denpasar namun juga kabupaten lainnya.

 

Pendekatan pembangunan berkonsep Growth Pole terang-terangan telah menghadirkan dampak semu, dimana secara rill dampaknya dirasa belum sebagus angka statistik. Melihat ketidakmutualan hubungan antar wilayah yang terbentuk, sudah sewajarnya jika pemerintah provinsi secara bijak mengalihkan prioritas investasi pada usaha-usaha ekonomi mikro, kecil dan menengah di daerah untuk meningkatkan daya saing daerah terutama di era otonomi dan pasar bebas ini. [b]

(Pernah diterbitkan dalam balebengong.net)

Wayan Indrabayu Pandi

Mahasiswa Magister Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro melalui program beasiswa unggulan Diknas 2012 (Alumni saat ini)